Perkatan Tuhan Yesus


v AKU-lah terang dunia, barang siapa mengikut AKU, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan mempunyai terang hidup. “
v “AKU-lah pintu, barang siapa masuk melalui AKU, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.”
v ”AKU-lah roti hidup; yang datang kepadAKU, ia tidak akan lapar lagi, dan yang percaya kepad AKU, ia tidak akan haus lagi.”
v ”AKU-lah gembala yang baik memberikan nyawanya kepada domba-dombanya.”
v ”AKU-lah kebangkitan dan hidup : barang siapa percaya kepadAKU ia akan hidup walaupun ia sudah mati”
v ”AKU-lah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui AKU.”
v ”AKU-lah pokok anggur dan kamu ranting-rantingnya. Ia yang tinggal didalam AKU dan AKU didalam dia, ia berbuah banyak.”
v “Sebelum Abraham jadi AKU telah ada. AKU dan Bapa adalah satu. Segala sesuatu yang Bapa punya adalah AKU yang punya.”
v ”Kamu menyebut AKU guru dan Tuhan dan katamu itu tepat, sebab memang AKU-lah guru dan Tuhan .”
v ”AKU datang dari Bapa dan AKU datang ke dalam dunia; AKU meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”
v ”AKU-lah Dia (Mesias atau yang disebut juga kristus )yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
v ”AKU telah menyebut kamu sahabat, karena AKU telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah kudengar dari BapaKU.”
v AKU memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi ; sama seperti AKU telah mengasihi kamu.

Sedikit Pedoman Alkitab


Saudara yang  terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kita dapat mengambil sebuah pedoman mengenai
Langkah-langkah iman apa yang harus kita ambil ketika berada dalam sebuah masalah: (Mazmur 130 : 1-7)
  1. Berseru dengan iman, yaitu berdoa. Dalam ayat 1 dan 2, Daud  dalam pergumulannya datang merendahkan  hatinya  kepada Tuhan dan  memohon belas kasihNya.  Maz 50:15 “Berserulah kepadaKU pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan AKU”. Daud mengutarakan seluruh isi hatinya pada Tuhan.
  2. Berani mengoreksi diri. Dalam ayat 3 dan 4, Daud sendiri mengungkapkan bahwa ia mempunyai kesalahan-kesalahan. Artinya, banyak  masalah  terjadi  yang tengah dihadapinya adalah karena akibat dari perbuatan-perbuatannya sendiri . Ia mengakui kesalahan-kesalahan itu kepada Tuhan.  Siapakah  yang dapat tahan, jika Tuhan mengingat-ingat kesalahan-kesalahan kita ? Tidak seorangpun yang dapat tahan. Namun kita bersyukur atas FirmanNya, dalam  1 Yoh.1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”.
    Daud mengetahui bahwa hanya  pada Tuhan saja ada pengampunan.  Allah akan memberi  pengampunan kepada orang yang mau bertobat dan mengakui  dosa/kesalahannnya. Allah akan  menyembuhkan dan memulihkan mereka yang datang dengan hati yang jujur.  Allah ingin  menunjukkan kasih setiaNya kepada semua orang  yang berada dalam kesulitan, supaya mereka dapat mengenal  kasih, perhatian dan kebaikan-Nya.
  3. Percaya pada Firman Tuhan. Dalam ayat 5 dan 6, Daud menantikan Tuhan dan mengharapkan Firman-Nya. Seperti Daud juga katakan, “ Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janjiMu menghidupkan aku”, Maz.119:50.  Daud tidak berdaya,  dia tidak bisa berbuat apa-apa oleh karena hanya Allah sendiri  yang dapat mengampuninya,sebab itu ia  percaya hanya Tuhan dan menantinya. Jiwa Daud menanti, itu adalah pusat dari kepribadian manusia. Tuhan saja  yang sanggup menolongnya, karena itu ia sangat mengharapkan Tuhan.  Daud katakan, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, sampai 2 kali, ini  menunjukkan pada kehebatan kerinduannya,dan pengharapannya pada Tuhan. Daud berfokus pada Tuhan dan FirmanNya. Daud sangat yakin bahwa Firman Tuhan itu pasti terjadi atas dirinya.
  4. Tetap berharap dan sabar menantikan Tuhan. Dalam ayat 7, melalui pengalamannya itu Daud menyerukan kepada kita orang percaya supaya berharaplah kepada Tuhan ! Orang yang berharap pada Tuhan, tentunya  tidak pernah jemu, tetapi dengan sabar menanti-nantikan pertolongan Tuhan tiba. Sebab hanya pada Tuhan ada kasih setia, dan DIAlah sang pembebas kita.
Berikut 3 cara yang harus kita lakukan untuk dapat memenangkan ujian iman:
.
1. Taat

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran …… Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, …….. lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. ” Kej 22:2-3
Abraham memilih untuk taat kepada apa yang Tuhan firmankan. Dia tidak berargumen atau memberi alasan atas perintah yang diberikan. Dia bahkan tidak mau memikirkan apa yang akan terjadi jika dia melakukan perintah tersebut.
Tuhan sering menyampaikan pesanNya melalui masalah yang diijinkan dalam hidup kita. Jika Tuhan berbicara kepada kita baik melalui FirmanNya atau hambaNya, biarlah kita senantiasa taat dan melakukan perintahNya. Jangan biarkan logika pikiran kita menghalangi perbuatan kita untuk melakukan FirmanNya. Seringkali apa yang Tuhan perintahkan berlawanan dengan sifat-sifat dunia ini. Tanyalah kepada Tuhan apa yang Dia inginkan dalam kehidupan kita melalui masalah yang kita hadapi. Cari jawabanNya melalui Firman Tuhan. Lakukan apa yang telah difirmankan Tuhan bagi kita. Jika kita taat melakukan perintahNya, maka kita akan melihat perbuatanNya yang ajaib dalam kehidupan kita.
.
2. Rela Berkorban
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.” Kej 22:10
*courtesy of PelitaHidup.com
Ishak merupakan anak perjanjian antara Tuhan dan Abraham. Melalui Ishak-lah keturunan Abraham akan menjadi banyak dan tidak terhitung. Oleh karena itu Ishak merupakan anak yang begitu berharga bagi Abraham. Tetapi melalui ujian ini Tuhan menuntut Abraham untuk melepaskan hal yang begitu berharga dalam hidupnya. Abraham harus melepaskan haknya.
Begitu banyak masalah yang diijinkan Tuhan dalam hidup kita untuk menguji iman kita. Tidak sedikit di antaranya yang menuntut pengorbanan dari sesuatu yang begitu berharga dalam hidup kita. Tidak mudah juga bagi kita untuk melepaskan apa yang menjadi hak dalam hidup kita. Tetapi kita melihat bahwa apa yang seharusnya menjadi hak bagi Abraham, dia lepaskan demi Tuhan Allahnya.
Yesus juga melepaskan segala keilahianNya dan turun menjadi manusia bahkan rela mati di atas kayu salib demi menebus dosa manusia. Teladan yang telah diberikan oleh Yesus menjadi suatu hal yang harus kita lakukan juga dalam hidup kita. Proses pemurnian dalam hidup kita akan terus kita jalani hingga kita mencapai kepada kesempurnaan. Lepaskan segala kekerasan hati, amarah, dendam, sakit hati, kekecewaan yang ada dalam hati kita. Ampuni orang-orang yang telah menyakiti hati kita, menghina, memfitnah bahkan merendahkan kita.
Tidak mudah untuk melepaskan semuanya itu. Harga diri cenderung akan kita pertahankan dibanding melepaskan pengampunan. Tetapi ketika kita mau melepaskannya, sama dengan Yesus yang dimuliakan dan ditinggikan Allah Bapa setelah menjalani tugasnya di dunia ini, maka Tuhan juga akan memuliakan dan meninggikan hidup kita ketika kita mau rela berkorban sesuai dengan kehendak Bapa di surga.

.
3. Iman Percaya
Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.” Ibr 11:19
Abraham begitu yakin bahwa Allahnya akan menyediakan apa yang dia butuhkan. Dia sangat percaya kepada Tuhan dan dia menaruh iman percayanya sepenuhnya kepada Tuhan.
Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.” Kej 22:8
Ketika ujian datang dalam hidup kita, Tuhan ingin agar kita menyandarkan pengharapan kita sepenuhnya kepada Dia. Percaya 100% kepada kuasa Tuhan dan tidak meragukan akan kebesaran kuasaNya. Mungkin ada masalah dalam pekerjaan kita, keuangan, keluarga, rumah tangga, pelayanan dan lainnya; tetapi ketika kita berserah kepada Tuhan dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan yakin bahwa Dia akan memberikan jalan keluar bagi kita, maka kita akan melihat jawaban yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Kemustahilan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang sulit, rumah tangga yang telah hancur berantakan, keuangan yang sudah morat-marit sehingga mencapai ambang kebangkrutan, itu semua bukanlah akhir dari segalanya. Yesuslah jawaban. Dialah Allah yang menyediakan segala jawaban yang kita butuhkan, Dialah Yehova Jireh (Kej 22:14). Sandarkan iman percaya kita sepenuhnya kepada Allah, maka tidak ada yang mustahil bagi kita yang percaya kepadaNya.
.
.

Ketaatan, pengorbanan dan iman percaya akan membawa kita melewati ujian-ujian dengan kemenangan yang Tuhan berikan. Tidak ada perintah yang terlalu susah dari Tuhan, tidak ada masalah yang terlalu berat di hadapan Tuhan, dan tidak ada hal yang mustahil bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Hadapi ujian imanmu dengan penuh ketaatan, pengorbanan dan iman percaya. Mujizat pasti terjadi!
.
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” ” 1 Kor 2:9
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan d

Kurikulum Ideal & Kurikulum Aktual (Hendra)


1. Definisi Kurikulum Ideal dan Kurikulum Aktual
Ideal curriculum atau kurikulum ideal adalah kurikulum yang berisi sesuatu yang baik, yang diharapkan atau dicita-citakan sebagaimana dimuat dalam buku kurikulum. Real Curriculum, Actual Curriculum atau kurikulum aktual adalah apa yang terlaksana dalam proses belajar mengajar atau yang menjadi kenyataan dalam kurikulum yang direncanakan atau terprogram dalam pendidikan. Kurikulum Aktual sebaiknya sama dengan kurikulum ideal, atau setidak-tidaknya mendekati kurikulum ideal walaupun tidak mungkin atau tidak pernah sama dalam kenyataannya.
Para ahli kurikulum menganggap perlu adanya sejumlah kriteria yang digunakan sebagai pedoman, patokan, dan ukuran dua macam kurikulum tersebut. Caswell dan Campbell telah merumuskan beberapa kriteria sebagai berikut:
  1. Kegunaan isi kurikulum dalam menafsirkan, memahami dan menilai kehidupan yang kontemporer.
Kegunaan isi kurikulum dalam memuaskan minat dan kebutuhan para siswa.
Nilai isi kurikulum dalam mengembangkan kemampuan, sikap dan sebagainya yang dipandang bermanfaat bagi orang dewasa.
Isi kurikulum hendaknya signifikan bagi bidang mata pelajaran tertentu.
Dalam hal ini Romine mengkaji dari sudut pandang yang lebih luas, sesungguhnya penentuan kriteria tersebut hendaknya bertitik tolak dari aspek tujuan pendidikan, proses pendidikan, dan keadaan para siswa itu sendiri. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dia merumuskan sejumlah kriteria sebagai berikut:
1.      Kriteria yang berhubungan dengan sifat para siswa, yaitu apakah isi kurikulum di dalamnya berguna dalam memuaskan minat dan keingintahuan siswa.
2.      Kriteria yang berhubungan dengan tujuan pendidikan
Apakah isi kurikulum di dalamnya signifikan, valid, dan berguna dalam menafsirkan, memahami,, dan menilai kehidupan yang kontemporer.
Apakah isi kurikulum di dalamnya berhubungan dengan masalah-masalah kehidupan.
Apakah isi kurikulum di dalamnya akan memajukan perkembangan dan pertumbuhan yang seimbang pada anak-anak, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah dirumuskan (sikap, kemampuan, kebiasaan, dan sebagainya).
Apakah isi kurikulum di dalamnya memang penting, dalam artian memberikan sumbangan yang berharga pada berbagai peran kurikulum (konservatif, evaluatif, kreatif, dan sebagainya) serta bermakna bagi pengalaman manusia.
2. Landasan Kurikulum Ideal dan Aktual
Pendidikan merupakan suatu proses sosial, karena berfungsi memasyarakatkan anak didik melalui proses sosialisasi di dalam masyarakat tertentu. Sekolah, sebagai salah satu institusi pendidikan berperan juga sebagai institusi sosial, karena melalui lembaga tersebut anak dipersiapkan untuk mampu terjun dan aktif dalam kehidupan masyarakatnya kelak.
Anak-nak berasal dari masyarakat, dan mereka belajar tentang cara hidup dalam bermasyarakat. Oleh ,karena itu, sekolah harus bekerjsama dengan masyarakat, dan program sekolah harus disusun dan diarahkan oleh masyarakat yang menunjang sekolah tersebut. Program pendidikan disusun dan dipengaruhi oleh nilai, masalah, kebutuhan, dan tantangan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu kurikulum yang ideal dan dan aktual harus disusun berlandaskan dasar sosiologis agar tercipta keseimbangan diantara keduanya dan terciptalah tujuan pendidikan yang sebenarnya.
3. Kebutuhan Masyarakat dan Kekuatan Sosial
Pada dasarnya, pendidikan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum harus berdasarkan pada kebutuhan masyarakat dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kurikulum yang demikianlah disebut sebagai kurikulum yang relevan (ideal dan aktual) dengan masyarakat. Dibalik itu, masyarakat merupakan lingkungan pendidikan, dalam artian suatu lingkunagn yang mempengaruhi sekolah dan sebaliknya, sekolah mempengaruhi kehidupann masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip ekosistem.
Apabila kebutuhan masyarakat dianalisis, hal ini akan sangat membantu para penyusun kurikulum dalam merumuskan masalah masyarakat yang terkait dalam pemilihan dan penyusunan bahan-bahan dan pengalaman-pengalaman kurikuler. Dalam pengembangan kurikulum agar menjadi ideal dan aktual perlu dipertimbangkan berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat, hal ini berguna untuk:
  1. Mengorientasikan kurikulum pada pusat-pusat kehidupan.
Membantu merumuskan falsafah dan tujuan pendidikan.
Merangsang minat murid dan mengusahakan kegiatan belajar menjadi lebih luas.
Melengkapi dasar pengembangan unit-unit pelajaran.
Melengkapi proyek kerjasama sekolah dan masyarakat, ketika para siswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat.
Adapun kekuatan sosial yang mempengaruhi kurikulum ada beraneka ragam. James W. Thornthon dan John R. Wright, dalam bukunya “Secondary School Curriculum”, mengklasifikasikan berbagai kekuatan sosial yang mempengaruhi kurikulum, diantaranya:
  1. Kekuatan sosial yang resmi, terdiri atas 1) Pemerintah suatu Negara, melalui UUD, dasar Negara, falsafah dan ideologi Negara, 2) Pemerintah daerah, melalui berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, 3) Pewakilan Departemen Pendidikan setempat.
Kekuatan sosial setempat, yang terdiri atas: Yayasan pendidikan, Perguruan Tinggi, persatuan orang tua murid dan Guru, penerbit buku-buku pelajaran, media masa (televisi, radio, Koran), dan adat kebiasaan masyarakat setempat.
Organisasi professional, seperti persatuan guru, persautan dokter, dan ahli hukum.
Tentu saja masih banyak kekuatan sosial lainnya yang ikut mempengaruhi pengembangan dan pembinaan kurikulum. Setiap kekuatan sosial tersebut berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pengaruh secara maksimal.
4. Perubahan Sosio-Kultural
Peradaban dengan masyarakat itu selalu bersifat konsisten. Peradaban merupakan jelmaan tingkah laku masyarakat, jadi peradaban menunjukkan karakteristik masyarakat. Demikian pula sebaliknya, peradaban menentukan pola kehidupan, struktur, fungsi, dan irama gerak masyarakat. Dapat dikatakan peradaban itu berkembang secara kontinu. Arnold Toynbe mengatakan bahwa “Kebudayaan sebagai suatu keseluruhan mengalami proses lahir, berkembang, tumbang dan akhirnya hancur”. Dalam tahap lahir dan berkembangnya, kebudayaan memiliki cukup akal dan kekuatan untuk menanggulangi berbagai tantangan alam dan kemasyarakatan yang dijumpainya. Sebaliknya kebudayaan berada dalam tahap tumbang dan kehancuran jika tidak lagi mempunyai cukup akal dan kekuatan untuk mengatasi berbagai kesukaran yang dihadapkan kepadanya.
Perubahan yang kedua adalah perubahan dalam masyarakat. Masyarakat merupakan suatu proses yang senantiasa berada dalam perubahan. Tidak pernah ada masyarakat yang seratus persen statis, meskipun itu masyarakat primitif. Perbedaannya hanya terletak pada cepat atau lambatnya perubahan berlangsung, bergantung pula pada perbedaan waktu saat perubahan itu terjadi. Pada hakikatnya, yang dimaksud dengan perubahan sosial merupakan kesinambungan yang terjadi pada hubungan-hubungan sosial dalam masyarakat yang telah ada. Perubahan kesinambungan ini terjadi baik secara menyeluruh maupun pada unsur atau bagian masyarakat tersebut.
Dari adanya dua hal perubahan di atas maka dirasa perlu bagi kurikulum untuk selalu mengimbanginya. Faktor sosial budaya sangat penting dalam penyusunan kurikulum yang ideal dan aktual, karena kurikulum merupakan alat untuk merealisasikan sistem pendidikan, sebagai salah satu dimensi dari kebudayaan.
5. Implementasi Kurikulum Ideal dan Aktual
Implemnetasi kurikulum adalah penerapan atau pelaksanaan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian diujicobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, sambil senantiasa dilakukan penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik perkembangan intelektual, emosional, serta fisiknya.
Adapun tahapan implementasi kurikulum mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu pengembangan program, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi.
    1. Pengembangan program mencakup program tahunan, semester, bulanan, mingguan, dan harian. Selain itu ada juga program bimbingan dan konseling atau program remedial.
Pelasanaan pembelajaran. Pada hakikatnya, pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik tersebut.
Evaluasi proses yang dilaksanakan sepanjang proses pelaksanaan kurikulum semester serta penilaian akhir formatif dan sumatif mencakup penilaian keseluruhan secara utuh untuk keperluan evaluasi pelaksaaan kurikulum.
Dengan tahap-tahap tersebut akan tercapai tujuan-tujuan kegiatan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Hal itu secara otomatis akan meningkatkan pemanfaatan dan penerapan kurikulum baik yang ideal maupun aktual.

Hasil wawancara guru Biologi SMA Neg 1 Muara Jambi ...

Dari wawancara yang dilakukan dapat kami tuliskan hasilnya sebagai berikut :
  1. Pertanyaan :
Sebagai mana kita tahu, kurikulum sekarang adalah kurikulum KTSP, yang ingin kami tanyakan bu, apakah kurikulum tersebut sudah berjalan maksimal ? .....
Jawab :
”Kurikulum KTSP itu konsep pentingnya kan sekarang guru nyusun mulai dari silabus dan RPP sendiri dari kurikulum itu. Guru melaksanakan sesuai karakteristik siswa dan sekolah bukan dari pemerintah. Sebenarnya dalam kurikulum itu dari dulu ya tidak ada yang sempurna dan pasti ada lebih kurangnya. Pelaksanaannya pun tidak lepas dari kendala. Saya rasa mau bagaimanapun usaha maksimal itu sudah diusahakan, tetapi penilaian berjalan maksimalnya itu kan susah menilainya.” Yang jelas dijalani aja dulu sesuai prosedur yang ada”.
  1. Pertanyaan :
Apa bu yang menjadikan kurikulum KTSP ini dibuat dan berdasarkan apa diubah-ubah kurikulum itu ?....
Jawab :
” Penyebab dari perubahan kurikulum itu sendiri adalah adanya keadaan masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang sehingga banyak bermunculan masalah kehidupan baru yang diperlukan. Selain itu, muncul pula berbagai macam perbedaan dan perubahan minat, kebutuhan, dan masalah yang dihadapi anak-anak atau remaja. Berbagai perubahan dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan yang lainnya, ikut pula mempengaruhi penentuan kerelevan kurikulum.
Faktor-faktor tersebut memang terus berkembang dari tahun ke tahun yang mayoritas dari kita tidak bisa mengimbanginya dengan arif dan bijaksana. Dapat dimisalkan dahulu tidak ada sekolah bertaraf Internasional, sekarang bisa kita lihat sekolah-sekolah berbondong-bondong untuk menjadikan sekolahnya bertaraf Internasional. Hal ini tidak lain karena tuntutan zaman yang semakin hari penuh dengan persaingan, siapa yang maju maka dialah yang menang dan berkuasa. Oleh karena itu lembaga sekolah dituntut untuk selalu mengembangkan segala bidang yang ada, tidak lain kurikulum itu sendiri. Sekolah harus bertanggung jawab atas hal itu semua. Pembentukan kurikulum yang ideal dan aktual sangat dibutuhkan para siswa dalam menghadapi tantangan yang telah disebutkan di atas, tidak lain agar mereka semua bisa mengimbangi kemajuan zaman dengan kemajuan intelektual”.
  1. Pertanyaan :
Jadi, dari semua kurikulum yang pernah ada, menurut ibu apa yang lebih baik digunakan ?....
Jawab :
”Ya kan, kurikulum itu tidak ada yang sempurna semua, pasti ada mempunyai kelebihan dan mempunyai kekurangan. Tetapi perubahan yang ada kurikulum pasti diusahakan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah sebenarnya yang menjadi usaha kita bersama baik dari komponen pendidikan dan pemerintah itu. Sebenarnya juga ada suatu tim penilai dari kurikulum ini yang bekerja di bidangnya mengoreksi kurikulum itu”.


  1. Pertanyaan :
Dari sekolah ini bu, ada berapa kelas IPA nya untuk masing-masing kelas XI dan XII ? dan apakah guru pada bidang Biologi itu sudah memadai untuk menunjang kelas itu ?...
Jawab :
”Kelas IPA nya masing-masing terdiri dari 3 kelas. Ya, kalau masalah guru sih sudah memadai dan tidak ada masalah dalam pembagian waktu mengajar”.
  1. Pertanyaan :
Materi Pelajaran di Biologi apa bu yang sulit disampaikan dan sulit juga dimengerti siswa ? ...
Jawab :
”Sebenarnya materi yang susah diajari atau ditangkap siswa itu jika bersifat teori hafalan dan abstrak. Misalnya tentang sel, jaringan, Pembagian klasifikasi dll, apalagi susah untuk di praktekkan. Jadinya guru harus dituntut mampu menggunakan media kepada siswa”.
  1. Pertanyaan :
Bicara media, saya ingin bertanya media apa yang sering ibu pakai dalam belajar di kelas ?....
Jawab :
“Karena kecanggihan zaman sekarang, infokus menjadi hal baru dan menarik, tetapi pelaksanaannya masih sulit karena media itu masih terbatas dan memakainya harus berganti-gantian. Media lain banyak ada gambar, field trip, labor, poster, awetan, benda asli, dll. Tetapi tidak akan lepas dari buku dan papan tulis utamanya”.
  1. Pertanyaan :
Mengenai buku belajar siswa, apakah guru harus menyesuaikan sendiri mana yang cocok bagi siswa dan sekolahnya ?....
Jawab :
”Ya itulah KTSP, gurulah yang menyesuaikan buku itu, malahan guru dituntut untuk membuat sendiri bukunya. Seperti ini LKS yang dibagikan untuk dikerjakan siswa adalah redaksi sekolah atas karangan guru bidang studinya.Tetapi tidak melarang membeli buku dari luar.”
  1.  Pertanyaan :
Kajian Biologi kan banyak berkaitan dengan hal ilmiah bu, apakah praktikum sering dijalankan dan bagaimana kondisi sarana prasarana labor kita?....
 Jawab :
”Praktikum kita diusahakan jalan sesuai dengan tuntutan teori dan kompetensinya, seperti dilihat pada LKS ada kan dibuat lembar-lembar praktikum. Sesuailah dengan bahan yang memadainya.  Sarana dan prasarana ya begitulah pasti ada yang kurang, bukan kitanya yang nggak mau mengusahakan lengkap, tapi kan uang dan biaya yang mengatur itu semua”.
  1. Pertanyaan :
Sebagaimana kita dengar ada istilah Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran. Apa yang membedakan itu dan bagaimana penerapannya bu?....
Jawab :
metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode tadi. Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik  pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara menyeluruh oleh guru”.
  1. Pertanyaan :
Metode apa bu yang sering ibu pakai dalam mengajar di kelas?....
Jawab :
“Ya ada banyak metode, misalnya tadi kesulitan dalam menjelaskan materi abstrak dapat digunakan metode simulasi / permainan. Ada juga metode ceramah dll. Tergantung kesesuaian dengan kebutuhan dan kelebihan metodenya”.
  1. Pertanyaan :
Dari pembagian kelas ini yang ada IPA Unggul dan IPA reguler apakah membedakan cara ngajarnya tiap-tiap kelas ?......
Jawab :
”Cara mengajar mungkin sedikit beda, tetapi dalamnya materi dan isi materi itu tetap sama. Misalnya dikelas unggul yang siswanya lebih cepat nangkap dan ngerti caranya pasti beda dengan kelas biasa. Dikelas biasa model pembelajaran nya mungkin agak sedikit lebih banyak daripada kelas unggul”.

  1. Pertanyaan :
Mengenai standarisasi pendidikan, diadakannya UN. Apakah itu menjadi kendala bagi guru untuk meluluskan siswanya ?....
Jawab :
”Dalam kasus UN yang hampir selalu menjadi kontrofesi misalnya. Kami menilai adanya sistem evaluasi seperti UN sudah cukup baik, namun yang kami sayangkan adalah evaluasi pendidikan seperti itu yang menentukan lulus tidaknya peserta didik mengikuti pendidikan, hanya dilaksanakan sekali saja tanpa melihat proses yang dilalu peserta didik yang telah menenpuh proses pendidikan selama beberapa tahun. Selain hanya berlangsung sekali, evaluasi seperti itu hanya mengevaluasi 3 bidang studi saja tanpa mengevaluasi bidang studi lain yang telah didikuti oleh peserta didik. Kendalanya karena tuntutan pemerintah itu menyamakan semua sekolah seluruh Indonesia terhadap penguasaan materi dan patokan nilai yang sama. Sebenarnya nilai standar 5 itu kan kecil, padahal ketuntasan materi ajar saya sudah 7 sesuai teori maunya siswa ini akan lulus semua. Tetapi kan teori ini bertolak belakang dengan kenyataannya. Nilai standar 7 itu kan sudah dari gabungan semua latihan, tugas, keaktifan dll, dan bagi yang belum mencapai itu masih diadakkan remedial, pengayaan, dll. Sebenarnya banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam hal kelulusan tidak hanya dari patokan nilai saja. Guru lah yang lebih mengerti keadaan siswanya ketimbang pusat atau pemerintah itu”. Tetapi keputusan UN itu kan memang harus dijalankan, jadi tidak perlu dipermasalahkan yang penting dilakukan usaha dan doa maksimal untuk keberhasilannya”.
  1. Pertanyaan :
Apa yang menjadi kelebihan sekolah ini bu daripada sekolah lain ?
Jawab :
” Sebenarnya sekolah kita ini sudah menjadi sekolah model dan mendapat akreditasi A. Penilaian ini sudah bisa menjadi acuan bagi sekolah lain untuk bisa mengikuti dan mencontoh. Tetapi kekurangan itu tetap ada dan akan terus sama-sama dicai solusi dan jalan keluarnya”.


  1. Pertanyaan :
Bagaimana bu cara menyusun RPP itu yang baik dan benar ?....
Jawab :
Pada hakekatnya RPP merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan tindakan apakah yang akan dilakukan dalam pembelajaran, baik oleh guru maupun siswa untuk mencapai suatu kompetensi yang sudah ditetapkan. Dalam RPP harus jelas Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai oleh siswa, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, dan bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa siswa telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebutlah yang merupakan unsur utama yang harus ada dalam setiap RPP. RPP terdiri dari komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. Komponen program mencakup KD, materi standar, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, dan waktu belajar. Dengan demikian, RPP pada hakekatnya merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan serta berinteraksi satu dengan lainnya, dan memuat langkah-langkah pelaksanaannya untuk mencapai tujuan yaitu membentuk kompentensi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Cara menyusun RPP singkatnya :
1. Lihat dulu kalender pendidikan
2. Lihat alokasi waktu : minggu efektif atau tidak.
3. Standar isi : standar kompetensi dan kompetensi dasar, skl, tujuan dan ruang lingkup (Patokan, bukan guru yang buat )
4. Analisis oleh guru standar tersebut
5. Tentukan :
a.       Identifikasi Mata Pelajaran
Tuliskan identitas Pelajaran , nama mata pelajaran , semester (bersumber pada kurikulum yang sudah ada).


b.      Perumusan Standar Kompetensi (SK)
Tuliskan rumusan SK dari setiap mata pelajaran  yang didasarkan pada tujuan akhir dari mata pelajaran  tersebut. Tuliskan dengan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (lihat silabusnya).
c.       Perumusan Kompetensi Dasar (KD)
Tuliskan rumusan KD yang merupakan penjabaran dari SK dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (lihat silabusnya). Tuliskan satu KD pada setiap RPP untuk satu kali pertemuan atau lebih
d.      Perumusan Indikator
Tuliskan indikator sebagai penjabaran dari KD dengan kata kerja operasional. Kata kerja operasional pada rumusan indikator dapat dirinci sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan dapat ditulis secara terpisah antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (lihat silabusnya).
e.       Penentuan Tahap Pembelajaran
Urutan tahap pembelajaran terdiri dari komponen Pendahuluan, Penyajian, dan Penutup. Pendahuluan merupakan tahap awal kegiatan yang dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa agar secara mental siap mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru. Pada tahapan ini berisi penjelasan ringkas materi yang akan dikaji, keterkaitan materi kajian dengan materi sebelumnya atau dengan praktek keseharian (apersepsi), dan kompetensi yang harus dicapai siswa. Tahap penyajian merupakan tahapan utama dalam pembelajaran, di dalamnya berisi uraian, contoh, diskusi atau latihan tentang materi yang dikaji. Sedangkan tahap Penutup merupakan tahapan akhir suatu pembelajaran. Pada tahap Penutup ini digunakan untuk memberikan penegasan, ringkasan, penilaian maupun tindak lanjut tentang materi yang dikaji tersebut.
f.       Penentuan Kegiatan Pembelajaran
Tuliskan berbagai kegiatan utama yang harus dilakukan oleh guru  maupun Siswa selama proses pembelajaran yang akan dilakukan, yang mampu menggambarkan strategi pembelajaran.

g.      Pemilihan Metode Pembelajaran
Tentukan metode pembelajaran yang akan diterapkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa selama proses pembelajaran, mulai dari tahap Pendahuluan, Penyajian sampai tahap Penutup. Pemilihan metode pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan KD yang ingin dicapai, karena tidak setia metode pembelajaran sesuai untuk digunakan dalam mencapai tujuan KD tertentu.
h.      Pemilihan Media Pembelajaran
Tuliskan media yang akan digunakan dalam melaksanakan pembelajaran. Media hendaknya dipilih yang sesuai dengan metode pembelajaran yang akan digunakan. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat menjadikan pembelajaran lebih menarik, sehingga akan mempermudah untuk mencapai KD yang telah ditetapkan.

i.        Penentuan Sumber Belajar
Tuliskan sumber belajar yang akan digunakan (didasarkan pada relevansi, konsistensi, dan edukuasi). Adapun yang dimaksud sumber belajar adalah buku-buku rujukan atau referensi berupa buku teks, jurnal, laporan penelitian atau bahan ajar lainnya. 

 j.        Alokasi Waktu
Tuliskan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh guru dan siswa untuk menyelesaikan setiap langkah pada urutan Tahap Pembelajaran yaitu Pendahuluan, Penyajian, dan Penutup.